Archive For June 1, 2017

Cara Mencegah Serangan Virus WannaCry

By |

 

Menurut Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII), dampak serangan WannaCry di Indonesia bisa diminimalisir lantaran semua pihak yang berkepentingan segera melakukan langkah-langkah pencegahan.

Oleh karena itu, Id-SIRTII menganjurkan langkah-langkah pengamanan berikut sebagai upaya mencegah serangan virus ransomware seperti WannaCry dan program jahat jenis lain.

 

1. Backup data

Backup data atau membuat cadangan data secara periodik bisa menjadi penyelamat apabila ada serangan program jahat yang mengancam keselamatan data, seperti ransomware WannaCry. Simpan backup data di tempat terpisah dari komputer utama misalnya di external hard disk. Atau, manfaatkan fitur automatic backup di komputer dan cloud storage yang tersinkronisasi dengan komputer yang melakukan proses backup secara otomatis

2. Gunakan sistem operasi asli 

Sistem operasi asli atau original (bukan bajakan) mendapat dukungan penuh dari pembuat OS, termasuk dalam hal patch sekuriti yang sangat penting dalam mencegah serangan program jahat. Sistem operasi original selalu memperbarui software secara otomatis saat komputer tersambung ke internet, jadi jangan matikan fitur automatic update karena alasan apapun

 

http://limaplus101.com/index.php/2016/11/06/mitos-seputar-jerawat/

3. Antivirus

Gunakan Antivirus untuk pengecekan rutin atau scanning komputer sehingga program jahat akan langsung dideteksi dan dicegat terutama ketika membuka e-mail yang mengandung lampiran file berbahaya berisi program jahat atau  ketika mengakses situs yang mengandung malware. Antivirus juga dapat mendeteksi file berbahaya di media eksternal (misalnya USB flashdisk) atau jaringan internal dan mencegahnya masuk ke komputer.

 

Read more »

Apa itu Persekusi?

By |

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Munculnya tindakan persekusi yang marak belakangan ini diprediksi bersumber dari makin banyaknya ujaran kebencian (hatespeech) di media sosial.

Koordinator Regional Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFE Net) Damar Juniarto menyatakan lebih dari 60 kasus persekusi terjadi di Indonesia selama Januari-Mei 2017. Jumlahnya naik signifikan pada periode Mei 2017.  Menurut Damar, SAFE Net mencatat bahwa persekusi marak dimulai dari media sosial dan dilakukan organisasi masyarakat tertentu.

http://limaplus101.com/index.php/2016/12/24/cegah-lapar-usai-olahraga/

 

Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan tindakan persekusi bisa diancam pidana. Awi menyebutkan setidaknya ada tiga pasal dalam KUHP yang bisa digunakan untuk menjerat pelaku persekusi seperti pengancaman pasal 368 (pidana penjara paling lama sembilan bulan), penganiayaan pasal 351 (pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan), dan pengeroyokan pasal 170 (pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan).

 

Read more »